Mahasiswa PAI Se-Jawa, Minta Organisasinya Diakui Kemenag

Yogyakarta (Pendis) - Forum Silaturahmi Mahasiswa Pendidikan Agama Islam (FORSIMA PAI) se-Jawa mengusulkan kepada Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam agar organisasinya mendapatkan pengakuan (rekognisi) dan fasilitasi sebagaimana Organisasi Mahasiswa Intra Kampus (OMIK) seperti Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), Senat Mahasiswa (SEMA), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). Hal ini mengemuka dalam Pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus Pusat FORSIMA PAI se-Jawa, Sabtu (15/04/2017) yang diikuti perwakilan mahasiswa PAI se-Jawa di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Ruchman Basori, Kasi Kemahasiswaan Direktorat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) mewakili Direktur PTKI Nizar Ali mengatakan aspirasi itu akan diangkat dalam Forum Wakil Rektor/Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama. "Prinsipnya kami akan memberikan pengakuan dan fasilitasi bagi wadah organisasi yang mempunyai visi dan pengembangan PTKI, salah satunya FORSIMA PAI, FKMTHI, FKMTI, FORSI dan lain-lain".

Ditegaskan Direktur PTKI, selama ini yang diakui dan difasilitasi sebagai organisasi kemahasiswaan intra kampus sebagaimana diatur dalam SK Dirjen Pendidikan Islam adalah DEMA dan SEMA Universitas dan Fakultas, UKM, dan HMJ. Pada kesempatan itu Direktur PTKI melalui Ruchman Basori meminta kepada FORSIMA PAI agar melakukan kajian-kajian PAI serta menjadi wadah calon-calon guru PAI agar mempunyai pandangan dan sikap keagamaan yang rahmatan lil `alamin.

Diakui oleh Direktur PTKI, bahwa pembelajaran PAI yang moderat sangat dibutuhkan saat ini mengingat meningkatnya eskalasi paham keagamaan Islam yang radikal. "Guru PAI memegang peranan yang penting dalam mencetak peserta didik untuk menyiapkan generasi yang unggul, mempunyai paham keagamaan yang luas dan komitmen pada keutuhan NKRI," kata Nizar Ali.

Salah satu ikhtiarnya adalah FORSIMA PAI harus mampu menjadi laboratorium, sarana berkumpul dan berdiskusi bagi mahasiswa PAI untuk mengoptimalkan tawaran gagasan dan aksi-aksi strategis bagi lahirnya Guru Pendidikan Agama Islam yang moderat, toleran dan damai.

Islam yang ramah harus dikedepankan daripada Islam yang marah. Islam yang mengayomi dan menyejukan harus diutamakan dari pada Islam yang menakutkan dan Islam harus tampil menjadi penyelesai masalah bukan pembuat masalah, kata Nizar Ali.

Kegiatan Pelantikan dan Rapat Kerja Pengurus Pusat FORSIMA PAI se-Jawa dilaksanakan tanggal 14-16 April 2017 dihadiri oleh Direktur PTKI yang diwakili oleh Ruchman Basori Kasi kemahasiswaan Direktorat PTKI, Rofiq Ketua Jurusan PAI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Mega Ketua FORSIMA Pusat dan sejumlah alumni PAI se-Jawa.

Rofiq Ketua Jurusan PAI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berharap agar FORSIMA PAI yang didalamnya didiami oleh mahasiswa-mahasiswa yang bersemangat, idealis dan berkomitmen perubahan akan memberikan manfaat kepada mahasiswa PAI se-Jawa untuk peningkatan kualitas PAI. Ditambahkan oleh Rofiq kehadiran wakil dari Direktorat PTKI adalah wujud serius perhatian Kementerian Agama pada calon-calon guru dan praktisi pendidikan Islam. (RB/dod - http://pendis.kemenag.go.id)